038126200_1513067473-tumblr_inline_nwtot776qS1tfb1do_1280

Liputan6.com, Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) akan membatasi jumlah taksi online hingga sebanyak 400 saja. “Angka tersebut sesuai dengan formulasi kebutuhan angkutan transportasi di Sumbar,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Sumbar, Amran, kepada Liputan6.com, Selasa, 2 Januari 2018.

Ia menjelaskan dari 100 persen mobil yang beredar di Sumbar, 70 persennya didominasi kendaraan pribadi. Sisanya, yakni 30 persen adalah angkutan umum. Jumlah kuota yang ditetapkan bagi taksi online didasarkan pada angka 30 persen itu.

Ia mengatakan jumlah tersebut berlaku untuk seluruh kota dan kabupaten di Sumbar, bukan untuk satu daerah saja. Jumlah itu juga berlaku untuk seluruh perusahaan yang mengelola angkutan berbasis daring.

Batas jumlah armada ini, kata dia, tertuang dalam Pergub yang akan rampung Januari 2018. Dalam Pergub tersebut, sambung Amran, juga tertuang tarif atas dan bawah yang juga diatur dalam Permenhub.

“Soal aturan tarif ini, kita rujuk ke Permenhub tentang tarif bawah dan tarif atas,” ujarnya.

Amran mengatakan setiap armada itu nantinya wajib mendaftarkan diri secara berkelompok dalam sebuah badan usaha. Kemudian, setiap armada akan dikenakan aturan-aturan yang telah ditetapkan, yang kurang lebih sama dengan aturan yang dikenakan pada angkutan umum lainnya, seperti kewajiban KIR, menggunakan plat nomor polisi warna kuning, dan ketentuan tarif.

 

Sumber: http://regional.liputan6.com/read/3213594/sumbar-segera-batasi-taksi-online-beredar-berapa-kuotanya