Screen-Shot-2015-07-27-at-12.06.13-AM

Ini kasus kriminal. Modusnya cukup unik. Saya ceritakan di sini dengan harapan agar tidak menimpa Anda. Atau ya.. sekedar obrolan ringan. (Tapi bisa jadi juga, malah ada yang merasa mendapat ide, lalu mempraktikkannya, hehehe. Enggak lah ya). Ini dia kisahnya.

Teman saya (sebut saja TS) mau menjual mobil. Ia pun memasang iklan di koran. Besok paginya, ada peminat yang datang. Penampilannya terkesan rapi, berkemeja lengan panjang terkancing, dan bicaranya sangat santun. Setelah meneliti mobil dengan serius, dia minta izin untuk mencoba mobilnya di jalan raya. TS pun menemani si calon pembeli, karena khawatir kalau mobilnya langsung dibawa kabur, seperti sering terjadi.

“Mengesankan,” kata TS, “dia pake bismillah dulu waktu mau nyetir.” Sambil ngetes mobil, tawar menawar berlangsung, sampai deal mengenai harganya. Kemudian mobil pun menuju ATM terdekat. Dia mau ngasih uang muka, sebagai tanda jadi pembelian mobil. Dengan alasan mencari tempat teduh, mobil pun diparkirnya agak jauh dari ATM. Sementara si calon pembeli ke ATM untuk ngambil uang, TS menunggu di mobil.

Setelah sekitar 10 menit menunggu, TS mulai gelisah. Si calon pembeli belum juga muncul. Kemudian, TS pun tak sabar lagi. Dia mencari si calon pembeli di ATM. Ternyata tidak ada. Nanya ke yang sedang antri pun gak ada yang tahu. TS mulai curiga. Ia langsung pulang ke rumahnya.

“Tadi orang yang mau beli mobil ke sini?” tanya TS ke anaknya.
“Iya,” jawab anaknya.
“Ngapain dia.”
“Katanya disuruh ayah ngambil HP.”
“Laptop yang di meja tamu kemana?”
“Lagi dipake Mama di kamar.”
“Ah, untung dipake Mama.”
“Kenapa emang?”
“Dia penipu. Maling.”
“Walah…..

sumber: http://rozan-mf.blogspot.co.id/2009/02/mobil-ditawar-hp-pun-lenyap.html