Dari 171 daerah yang akan menggelar Pilkada Serentak 2018 pada 27 Juni mendatang, 4 di antaranya berada di Provinsi Sumatera Barat. Kota-kota tersebut ialah Kota Padang, Kota Pariaman, Kota Sawahlunto dan Kota Padang Panjang. 
Di Pilkada Kota Padang, pasangan petahana Mahyeldi-Emzalmi harus berpisah dan berebut kursi nomor satu di Kota Padang. Jika berhasil menang, Mahyedi yang diusung oleh PKS dan PAN ini akan resmi duduk di kursi pemerintahan selama tiga periode, setelah sebelumnya sempat menjadi Wakil Wali Kota dan Wali Kota secara berturut-turut.

 

Jika di Pilkada sebelumnya Mahyeldi berduet dengan Emzalmi, di priode kali ini, ia dipasangkan dengan Ketua DPD PAN Padang, Hendri Septa. Selain dikenal sebagai putra anggota DPR RI Asli Chaidir, Hendri juga pernah duduk sebagai anggota DPRD Padang dan dianggap memiliki basis suara yang cukup banyak. 
Namun, pasangan Mahyeldi-Hendri harus berhadapan dengan lawan yang cukup tangguh, Emzamil-Desri Ayunda. Dengan semboyan Koalisi Padang Bersatu, Wakil Wali Kota Padang ini mampu merangkul dukungan dari tujuh partai Golkar, NasDem, PDI-P, Gerindra, Demokrat, PKB, dan PPP.

 

Sama seperti Mahyeldi, sepak terjang Emzalmi di pemerintahan sudah cukup teruji. Sebagai birokrat senior, ia juga pernah menjabat sebagai Kepala Dinas PU, Bappeda dan Sekda Kota Padang. 
Sementara wakilnya, Desri Ayunda sebenarnya pernah maju sebagai calon Wali Kota Padang pada Pilkada 2013 silam. Namun, ia yang saat itu berpasangan dengan James Hallyward harus kalah tipis dengan Mahyeldi-Emzalmi.
Dengan elektabilitas yang dianggap masih cukup tinggi, Desri pun kembali maju dengan menerima pinangan mantan saingannya, Emzalmi.

 

Sementara, untuk Pilkada Kota Padang Panjang juga akan cukup sengit dengan 4 paslon yang akan berlaga. Masing-masing paslon tersebut adalah Fadly Amran-Asrul, Hendri Arnis-Eko Furqani, Rafdi M Syarif-Ahmad Fadly dan Mawardi-Taufiq Idris.
Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis akan berhadapan dengan wakilnya, Mawardi di Pilkada 2018. Pecah kongsi tersebut, sebenarnya berawal saat Mawardi mengunggah curhatan mengenai pembagian biaya penunjang operasional yang diterima selama menjadi Wakil Wali Kota. 
Hendri pun maju dengan menggandeng Ketua DPD PAN Eko Furqani dengan diusung oleh PAN dan Nasdem. Sementara Mawardi lebih memilih maju sebagai calon wali kota bersama Taufiq Idris dengan mengantongi dukungan dari Demokrat dan PPP.

 

Pilkada Kota Padang Panjang disebut-sebut memiliki banyak kejutan, termasuk dengan majunya Rafdi Meri Syarif yang menggandeng putra mantan Wali Kota Padang Panjang, Ahmad Fadly. Rafdi-Ahmad maju dengan didukung koalisi Gerindra, PKS, dan PBB.
Koalisi Partai Golkar-PDIP rupanya tidak ingin kalah. Mereka pun turut mengusung wajah baru, Fadli Amran-Asrul. Hal ini cukup di luar dugaan, sebab sebagai seorang pengusaha, nama Fadli Amran justru lebih dikenal di Kota Padang daripada di Kota Padang Panjang. 
Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sawahlunto, Ali Yusuf-Ismed, memilih tetap solid melanjutkan duetnya di periode kedua. Keduanya maju dengan dukungan Golkar, PKS dan PKPI.

 

Sementara rivalnya, Ketua DPD PAN Sawahlunto Deri Asta, mantap maju dengan menggandeng mantan Sekda Sawahlunto Zohirin Sayuti. Selain PAN, Nasdem dan PPP kompak mendukung kedua pasangan ini.
Nama mantan Wali Kota Sawahlunto Fauzi Hasan juga disebut-sebut akan menjadi kuda hitam di Pilkada 2018 nanti. Meski sempat ingin maju melalui jalur independen, namun Fauzi yang meminang Dasrial Ery sebagai wakilnya ini berhasil meraih dukungan dari PDIP dan Demokrat.

 

Wakil Wali Kota Pariaman Genius Umar juga akan meramaikan Pilkada 2018. Namun, kali ini ia akan mendaftarkan diri sebagai calon Wali Kota Pariaman, bersama dengan Mardison Mahyuddin.

 

Keduanya, secara resmi mendapatkan restu dari PDIP, PBB, PPP, PAN dan Golkar untuk melawan Dewi Fitri Deswati-Pabrisal, dan Mahyuddin-Muhamad Ridwan. DewI-Pabrisal diketahui diusung oleh Nasdem dan Hanura. Sementara Mahyuddin-Ridwan diusung oleh PKS dan Gerindra.
Meski demikian, Panwaslu Kota Pariaman memandang jumlah pemilih yang lebih sedikit dari wilayah lain, menyebabkan Pilkada 2018 rawan politik uang. Saat ini, hanya 58 ribu masyarakat di Kota Pariaman yang tercatat memiliki e-KTP.

 

Sumber: https://kumparan.com/@kumparannews/melihat-geliat-pilkada-di-4-kota-sumatera-barat