Kamis,28 Desember 2017 – 08:51:03 WIB

Kecelakaan Tahun 2017 di Sumbar, 538 Orang Tewas di JalanIlustasi.NET

PADANG, HARIANHALUAN.COM – Catatan Polda Sumbar, hingga pekan ketiga Desember 2017 ini, jumlah lakalantas tercatat 2.745 kasus, menurun 2, 27 persen dibanding tahun 2016 sebanyak 2.809 kasus. Namun, jumlah korban meninggal dunia akibat lakalantas justru meningkat. Selama 2017 tercatat 538 jiwa, sedangkan tahun 2016 hanya 525 jiwa.

Kepala Biro Operasi Polda Sumbar Kombes Pol Djihartono merinci, jumlah sepeda motor yang terlibat kecelakaan selama tahun 2017 sebanyak 3.442 unit, meningkat dibanding tahun 2016 sebanyak 3.379. Jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) di Sumbar mengalami lonjakan di sepanjang tahun 2017 ini, dibanding tahun lalu. Peningkatan jumlah korban jiwa justru terjadi ketika angka kecelakaan lalu lintas menurun sepanjang tahun 2017.

“Ini menjadi bahan evaluasi bagi jajaran kepolisian untuk tegas pada pengguna jalan supaya menggenakan alat keselamatan, serta mematuhi rambu-rambu lalu lintas,” jelasnya.

Djihartono mengungkapkan, pengendara sepeda motor masih mendominasi kejadian kecelakaan lalu lintas tahun ini. Belajar dari pengalaman tahun ini, pihak kepolisian menegaskan untuk meningkatkan pengawasan dan sosialisasi berkendara yang aman di tahun 2018 mendatang. “Akan dicarikan solusinya. Dari tahun ke tahun, sepeda motor selalu menjadi momok,” paparnya.

Khusus untuk Operasi Ramadniya 2017 di lingkungan Polda Sumbar yang digelar mulai 30 Juni hingga 3 Juli 2017 lalu, kata Djihartono, sedikitnya tercatat 91 kasus kecelakaan. Polres Padang Pariaman masih menempati posisi teratas dalam kasus kecelakaan lalu lintas pada arus mudik dan balik dengan 16 kasus. Menyusul dibawahnya Polres Pesisir Selatan yang mencapai angka sembilan kasus kecelakaan.

Mengikut di bawah dua Polres tersebut diantaranya Polresta Padang dan Polres Agam masing-masingnya dengan delapan kasus laka lantas, Polres Pasaman dan Polres Solok Kota berbagi angka dengan tujuh kasus, Polres Limapuluh Kota enam kasus, Polres Tanah Datar lima kasus, Polres Pariaman Kota empat kasus.

Polres Padang Panjang, Polres Payakumbuh, Polres Sawahlunto, Dharmasraya dan Solok masing-masingnya dengan tiga kasus kecelakaan, menyusul dua kasus dari Polres Pasaman Barat dan Solok Selatan serta satu kasus laka lantas dari Polres Sijunjung.

“Jika dibandingkan dengan tahun lalu justru Polres Agam dengan jumlah kasus yang dua kasus melonjak menjadi delapan kasus dari sebelumnya hanya dua kasus,” ucapnya.

Kelalaian dan kesengajaan menyalahi aturan oleh pengguna sepeda motor dibenarkan Sofyadi warga Lubuk Kilangan, Kota Padang. Katanya, di sepanjang jalur Bypass Padang, dari Pelabuhan Teluk Bayur hingga Bandara Internasional Minangkabau, ketaatan pengguna jalan terhadap lampu lalu lintas sangat rendah. Hal itu diperparah dengan ketidakhadiran jajaran kepolisian di pos penjagaan.

“Di bypass rasanya tidak ada penegakan hukum berlalu lintas. Pengendara seenaknya melintas tanpa lihat lampu. Kalau bisa, polisi jangan hanya hadir di jalan ketika mobilitas tinggi, sewaktu jam masuk dan pulang kerja saja. Harusnya siaga terus agar masyarakat termotivasi menaati aturan,” harapnya.

Hal senada juga diungkapkan Iwan warga Padang Selatan. Banyak kendaraan melintas berlawanan di jalur satu arah, namun tidak ada tindakan aparat kepolisian.

“Dari Jalan Sandang Pangan ke Sudirman, itu harusnya tidak boleh karena jalurnya satu arah. Tapi banyak yang melawan arus. Kemudian di Jalan Permindo, Jalan Bundo Kandung. Ini harus ditertibkan, ini soal nyawa,” harapnya.(h/mg-hkl).

Sumber: https://www.harianhaluan.com/news/detail/68135/kecelakaan-tahun-2017-di-sumbar-538-orang-tewas-di-jalan