SABTU, 06 JAN 2018 01:33
Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit saat menggelar rapat membahas virus LGBT dan rencana melahirkan Peraturan daerah (Perda) untuk menangkal penyakit tersebut bersama stakehodler terkait di ruang rapat Wakil Gubernur Sumbar, Jumat (5/1) (Riki Chandra/JawaPos.com)
JawaPos.com – Prilaku kaum lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) kian kronis di Indonesia khususnya di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Untuk itu, Pemprov Sumbar menyatakan akan memeranginya hingga tak berbekas di Bumi Minangkabau.

Melahirkan sebuah peraturan daerah (Perda) dianggap sebagai salah satu cara menangkal pola hidup yang jelas-jelas bertentangan dengan ajaran Islam.

“LGBT ini tidak sesuai dengan falsafah Minangkabau dan agama Islam. Masyarakat Sumbar menjunjung tinggi adat dan agama dalam kehidupan sehari-hari. Kami komit menerangi perilaku menyimpang itu,” tegas Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit usai rapat membahas persoalan LGBT dengan sejumlah stakeholder di kantor Gubernur Sumbar, Jumat (5/1).

 

“Kita akan bicarakan nanti dengan stakehodler terkait. Mulai dari dinas di Provinsi, DPRD, LKAAM, ulama, cadiak pandai, bundo kanduang dan lainnya dalam membahas Perda tentang LGBT kelak,” jelas Nasrul Abit.

Nasrul menerangkan, sebelum dibicarakan dengan stakeholder, tim Pemprov Sumbar terlebih dahulu akan melakukan survei tentang kegiatan LGBT di Sumbar dalam kurun waktu tiga bulan kedepan.

Hasil survei itu nantinya dapat dijadikan acuan pembuatan peraturan daerah.”Perda ini sangat penting. Dengan peraturan jelas, gerak pelaku LGBT dapat dibatasi,” katanya.

Dalam waktu dekat, Pemprov dengan stakeholder terkait juga akan melakukan sosialisasi baik kepada masyarakat yang tidak terpengaruh perilaku ini maupun yang sudah terpengaruh.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Sumbar Hendri mengatakan, diperlukan tiga langkah untuk memberantas perilaku LGBT di tengah-tengah masyarakat Sumbar.

Pertama katanya, tingkatkan penjagaan dengan pola pencegahan mulai dari keluarga, sekolah, maupun organisasi-organisasi masyarakat. Lalu, mengobati, menyadarkan mereka yg sudah terinveksi virus LGBT.

“Perlu tim pendampingan profesional. Kami mohon juga kepada kawan-kawan yang basic-nya agama dan kesehatan agar bisa membantu,” katanya.

Berikutnya perlu penawaran sanksi. Mulai dari aturan hukum, adat, dan sosial terhadap pelaku LGBT. “Perlu tungku tigo sajarangan. Libatkan lembaga adat, ninik mamak, masyarakat, dan akademis,” pintanya.

Sumber: https://www.jawapos.com/read/2018/01/06/179636/ini-yang-dilakukan-pemprov-sumbar-perangi-lgbt