"HARGA MATI...!!! Pisahkan PT Semen Padang dari PT Semen Indonesia"

Kabar Nagari, Padang – Sebuah spanduk bertulisan “HARGA MATI…!!! Pisahkan PT Semen Padang dari PT Semen Indonesia”.terpampang di pintu gerbang utama PT Semen Padang, Senin 1 Januari 2018, pagi. 

 

Spanduk berukuran 1,5 x 6 meter tersebut dipasang oleh sekelompok warga  yang berada disekitaran kawasan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan. Tidak hanya satu spanduk, tetapi ada dua spanduk lainnya yang juga terpampang disana.

Ternyata, sebelum melaksanakan aksi tersebut, pada Sabtu 30 Desember 2017 yang lai, masyarkat di Lubuk Kilangan juga telah menggelar rapat terkait wacana Semen Indonesia itu.

Rapat tersebut, digelar di Balai  Adat Nagari Lubuk Kilangan dan dihadiri tokoh masyarakat, ninik mamak, alim ulama, cadik pandai dan tokoh pemuda.

Saat itu, ada delapan tuntutan yang mereka sepakati bersama yang mereka tujukan ke Menteri BUMN dan Manajemen Semen Indonesia. Dengan isi :

Sepakat untuk memisahkan diri dari Semen Indonesia yang mana telah banyak mengkerdilkan masyarakat Minang. Menuntut Semen Indonesia yang mana telah banyak melanggar poin-poin perjanjian.

Mengambil kembali hak-hak dan aset kita karena itu merupakan milik masyarakat Minang dan Semen Padang bukan milik Semen indonesia. Mengikuti langkah Semen Tonasa dan siap beraksi bagi ranah minang.

Semen Padang milik masyarakat Sumbar bukan Semen Indonesia. Tuntutan lainnya berbunyi bahwa masyarakat tidak akan menyerahkan satu jengkal pun tanah ini untuk asing.

Sebelumnya, tokoh muda nasional, yang juga Ketua Harian DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM), Andre Rosiade menulis surat terbuka untuk Presiden Jokowi. Dia mempertanyakan soal rencana Kementerian BUMN dan Direksi Semen Indonesia menghilangkan status Semen Padang sebagai Korporasi.(*)

Sumber: http://www.kabarnagari.com/2018/01/harga-mati-pisahkan-pt-semen-padang.html