Kamis,28 Desember 2017 – 08:38:20 WIB

Ilustasi.NET
Kamis,28 Desember 2017 | 08:38:20 WIB
DPRD Sumbar Rancang Perda Anti LGBTIlustasi.NET

Supaya tidak tumbuh dan berkembang lebih banyak lagi, harus diantisipasi. Salah satu antisipasinya dengan melahirkan aturan pelarangan. DPRD akan melahirkan Perda Anti LGBT” SAIDAL MASFIYUDDIN, DPRD SUMBAR.

PADANG, HARIANHALUAN.COM – Kenaikan signifikan jumlah warga yang terpapar Gay, Lesbian, Biseksual dan Transgender membuat cemas kalangan DPRD Sumbar. Upaya pencegahan mulai dicarikan jalannya. Salah satunya, dengan membuat Peraturan Daerah (Perda) Anti LGBT.

Anggota Komisi V DPRD Sumbar, Saidal Masfiyuddin mengaku ngeri ketika mengetahui fakta, semakin banyaknya mereka yang terjangkit LGBT. Ia berencana membicarakan masalah ini di tingkat Komisi V dan antar fraksi-fraksi yang ada di DPRD. Ia setuju agar di Sumbar dibentuk Peraturan Daerah (Perda) Anti LGBT. Saidal berpandangan LGBT harus diharamkan di Sumbar.

“Saya akan membicarakan dengan kawan-kawan dari fraksi lain untuk merespon dibentuknya Perda Anti LGBT,” ulas Saidal saat berbincang dengan Haluan,Rabu (27/12).

Dengan falsafah ABS SBK yang dipegang masyarakat minangkabau, terang Saidal, LGBT mesti di haramkan berkembang. Sebab itu, meski Program Pembentukan Perda (Propemperda) Sumbar tahun 2018 telah ditetapkan, melihat mendesaknya persoalan LGBT pihaknya berencana mengusulkan Propemperda yang ada agar direvisi, sehingga Ranperda anti LGBT bisa ikut masuk untuk dibahas tahun 2018.

Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Sumbar itu menambahkan, jika tak disikapi dari awal, perkembangan LGBT akan sangat berbahaya. Sebab fenomenanya serupa  gunung es, dimana dia terus berkembang. Mereka yang sebelumnya tidak terjangkit, bukan tidak mungkin ikut terbawa-bawa.

“Supaya tidak tumbuh dan berkembang lebih banyak lagi, harus diantisipasi. Salah satu antisipasinya dengan melahirkan aturan pelarangan. DPRD akan melahirkan Perda Anti LGBT,” tegas Saidal

Saidal juga mengingatkan masyarakat agar menjaga anak kemenakan untuk tidak terjerumus penyakit seksual menyimpang tersebut. “Anak dipangku, kemenakan dibimbiang, urang kampuang dipatenggangkan, dijago nagari bia ndak jan binaso. Merujuk pada filosofi ini masyarakat diimbau turut mencegah hidupnya perbuatan yang merusak norma-norma dan tatanan adat,” sebutnya.

Anggota DPRD Sumbar yang lain, Irsyad Safar menegaskan, LGBT bukanlah fitrahnya manusia. Jika ada pihak yang mengatakan penyimpangan ini adalah sebuah kodrat, berarti yang bersangkutan menderita kelainan psikologi. “Allah tidak pernah menciptakan manusia terlahir LGBT. Semua agama juga menolak perilaku yang menyimpang dari fitrah ini,” tukas Irsyad yang juga Ketua DPW PKS Sumbar.

Irsyad juga mengaku, sama sekali tak meragukan angka-angka di pemberitaan media yang menyebutkan jumlah LGBT terbilang sangat tinggi di Sumbar. Menurut dia data yang diinformasikan LSM tentang tingginya angka LGBT dan kemudian disajikan media adalah sesuatu yang sangat mungkin sekali.  Sebab, lanjut dia, dari data yang ada di Kementerian Kesehatan RI, angka mereka yang terkena penyakit HIV/AIDS yang disebabkan seks menyimpang memang tinggi.

“Ditambah lagi kalau kita buka media sosial. Grup-grup LGBT itu jumlahnya mencapai ratusan, jadi kalau ada yang mengatakan jumlah gay dan atau penganut LGBT mencapai puluhan ribu di Sumbar, itu sangat mungkin sekali,” papar Irsyad.

Dilain pihak, Ketua Komisi V DPRD Sumbar, Hidayat yang sekaligus Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sumbar menegaskan, harus ada gerakan masif dari semua lapisan masyarakat  dan pemerintah memerangi LGBT.

“Kami sudah diskusi antara anggota di Komisi V membicarakan maraknya LGBT. Terkait pembentukan Perda untuk mengantisipasi, meskipun belum ada undang-undang yang mengatur, jika memang meresahkan masyarakat bisa saja dibuat Perdanya,” pungkas Hidayat.(h/len) 

https://www.harianhaluan.com/mobile/detailberita/68133/dprd-sumbar-rancang-perda-anti-lgbt